Pengalaman Organisasi:

-          Sekretaris Umum OSIS SLTP N 1 Dayun                            2002-2003

-          Ketua OSIS SLTP N 1 Dayun                                                   2003-2004

-          Anggota Pramuka SLTP N 1 Dayun                                     2002-2004

-          Anggota Pramuka Riau-Kepri                                               2005-2006

-          Wakil Ketua OSIS SMA N 1 Dayun                                       2005-2006

-          Ketua OSIS SMA N 1 Dayun                                                   2006-2007

-          Anggota Paskibra Kab.Siak                                                    2007

-          Anggota Paskibra SMA N 1 Dayun                                      2005-2007

-          Anggota Purna Paskibra Kab-Siak                                      2007-sekarang

-          Ketua Paskibra SMA N 1 Dayun                                           2007-2008

-          Anggota Perhimpunan Siswa Penerima Beasiswa        2008-sekarang

Pemerintah Kabupaten Siak

-          Anggota Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Riau Bogor    2008-sekarang

IKPMR

-          Anggota divisi kaderisasi OMDA RIAU (IKPMR)          2009-sekarang

-          Anggota organisasi kemahasiswaan luar kampus        2008-sekarang

Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Bogor (HPMB)

-          FORSIA Divisi Keputrian                                                        2010

Prestasi Yang Pernah di Raih:

-          Juara 2 Lomba SKJ Tk SD                                                     1998

-          Juara 1 Quis Bahasa Inggris Tk SD se Kecamatan                 2001

-          Juara 1 lomba Pidato se-SMP                                                 2004

-          Juara II Lomba Tari Se-Kabupaten                                         2003

-          Juara III Lomba Lukis Tk Kabupaten dalam PORSENI       2005

-          Mahasiswa Berprestasi Tk. Sekolah SMA N 1 Dayun           2005-2008

-          Perwakilan Kecamatan dalam POPDA Kab. Siak                 2006

-          Juara III Lomba Tari dalam Siak Bermadah                           2006

-          Kontingen Kecamatan Dalam Siak Bermadah                       2006

-          Peringkat 8 OSN Fisika Tk Kabupaten                                  2007

-          Perwakilan Kecamatan dalam OSN                                       2007

-          Anggota Paskibraka Kab. Siak                                               2007

-          Penerima Beasiswa Siswa Berpreatasi PEMDA Kab. Siak    2005-2008

-          Siswa Lulusan Terbaik Sekolah                                              2008

-          Penerima Beasiswa Mahasiswa Utusan Daerah Kab. Siak     2008-sekarang

-          Nominasi Tarian Terbaik GENUS IPB                                   2008

-         Juara II lomba Photografi Seminar Nasional Pertanian IPB 2010

-        Juara II Penulisan Essay CAFTA dalam Pagelaran seni Budaya Melayu Riau 2010

Pembangunan Pedesaan

Pembangunan pedesaan adalah bagian intergral dari pembangunan nasional. Pembangunan nasional bertujuan untuk peningkatan taraf hidup masyarakat,  menumbuhkan partisipasi aktif setiap anggota masyarakat, dan menciptakan hubungan selaras antara masyarakat dengan lingkungannya. Sedangkan, pembangunan masyarakat pedesaan menurut Adisasmita (2006) adalah aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat di mana mereka mengidentifikasikan kebutuhan dan masalahnya secara bersama dengan menggunakan asas kekeluargaan. Pembangunan masyarakat yang berbasis pengembangan masyarakat bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kritis, keswadayaan, partisipasi aktif dan menciptakan inisiatif masyarakat dalam peningkatan kesejahteraan. Pemberdayaan masyarakat yang berbasis pengembangan masyarakat berorientasi pada penumbuhan kemandirian masyarakat agar tidak bergantung pada program ketika program telah selesai dilaksanakan sehingga tetap  berkelanjutan (sustainability). Masalah buta aksara dan ketimpangan ekonomi adalah masalah yang selalu menjadi topik utama jika berbicara mengenai daerah pedesaan. Oleh karena itu, fokus utama dari pemberdayaan masyarakat ini melalui metode-metode pengembangan masyarakat bertujuan untuk pengabdian kepada masyarakat khususnya di daerah pedesaan berdasarkan metode-metode yang sesuai diterapkan padakeadaan di masyakat tersebut.

CAFTA (China Asian Free Trade Area)

DAN DAMPAKNYA BAGI PEREKONOMIAN RIAU

Oleh: Retno Tri W

Dewasa ini, istilah perdagangan bebas sudah tidak asing lagi di telinga kita. Perdagangan bebas merupakan salah satu bentuk kerja sama antara beberapa negara yang membuat sebuah konsensus (perjanjian) kerja sama dalam bidang perniagaan. Negara yang telah tergabung di dalam perjanjian kesepakatan ini, dapat dengan mudah mendapatkan akses perdagangan ke negara lain yang juga merupakan anggota dari perserikatan tersebut.

CAFTA atau China  Asian Free Trade Area merupakan salah satu bentuk perdagangan bebas yang meliputi negara-negara ASEAN dengan Negara China (Tiongkok) dengan maksud saling menguntungkan antara pihak-pihak yang terkait. Dimulai sejak tanggal 1 Januari 2010 yang merupakan ujung tombak perubahan perekonomian di negara-negara Asia Tenggara dan China. Setiap negara menyadari berbagai resiko yang akan dihadapi dan konsekuensi yang harus ditanggung ketika memutuskan untuk bergabung dalam perserikatan perdagangan regional ini. CAFTA mengembangkan hubungan dalam bidang ekonomi yang erat melalui keterbukaan pasar, pembauran ekonomi satu sama lain, dan keandalan ekonomi. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat khususnya pada bidang teknologi, Indonesia mengalami banyak tantangan dan hambatan terutama pada pemenuhan kebutuhan pangan dan lain sebagainya akibat pertumbuhan penduduk  yang semakin tinggi.

Tidak dipungkiri jika saat ini China (Tiongkok) menjadi salah satu negara raksasa  dalam bidang perekonomian khususnya perdagangan. Hampir seluruh produk China dapat ditemukan di pasaran dunia.  Devisa China adalah yang terbesar di dunia. Dengan penduduk sekitar 6 milyar jiwa yang mendiami wilayah China daratan, menyebabkan sumber daya manusia China melimpah. Upah tenaga kerja yang relatif murah, kemudahan investasi bagi para investor menjadikan China memiliki kesempatan yang besar untuk mengembangkan perekonomiannya. Tantangan jumlah penduduk yang sangat besar, menuntut China untuk bisa menghidupi seluruh penduduknya dengan baik. Hal tersebut diatas sesuai dengan  salah satu teori Maltus yang dikenal sebagai  postulat Maltusian yaitu menyatakan bahwa pangan dibutuhkan untuk hidup manusia, dan kecenderungan pertambahan penduduk akan meningkatkan kebutuhan akan pangan yang mengikuti deret ukur (hitung).

Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang tidak dapat dikatakan sedikit, Indonesia memiliki tantangan yang sama dengan berbagai negara berkembang lainnya. Tantangan terbesar adalah dalam bidang pendidikan dan ekonomi yang krusial menyangkut kesejahteraan penduduk (keluarga). Berbicara masalah kesejahteraan, tidak akan sama antara penduduk yang satu dengan penduduk yang lain, masyarakat yang satu dengan yang lainnya. Namun, hal yang paling mendasar yang dapat dijadikan dasar dalam mengukut tingkat kesejahteraan secara umum adalah ekonomi.

Menjadi sebuah dilema jika melihat dampak yang ditimbulkan dari adanya kerjasama ini. Masyarakat Indonesia yang cenderung konsumtif, bersifat hedonik dan memiliki akses ekonomi lebih baik dari yang lain akan mengatakan jika perjanjian kerja sama ini adalah langkah yang bijak dan  menguntungkan. Dampak yang sangat nyata dirasakan para pedagang lokal dengan masuknya barang-barang dari negeri tirai bambu ini adalah persaingan harga yang tidak seimbang. Seperti yang telah dijelaskan diatas, dengan jumlah penduduk China yang relatif banyak menyebabkan upah tenaga kerja rendah akan berakibat pada barang-barang ekspor China akan lebih murah  dan bergam dibandingkan dengan produk lokal.  Teknologi yang dimiliki China yang lebih baik dari Indonesia juga menjadi penyebab termarginalkannya produk-produk Indonesia.

Sebelum masuknya CAFTA ke Indonesia, kondisi sosial ekonomi masyarakat mengalami pasang surut. Produk lokal yang kurang memiliki daya jual dan kurang tertariknya masyarakat terhadap produk lokal menjadi hambatan dalam bidang perdagangan dalam negeri. Walaupun kualitas yang diberikan oleh para pengusaha lokal tidak kalah dengan produk China, namun karena sifat masyarakat cenderung hedonis membuat masyarakat akan lebih bangga jika menggunakan produl dalam negeri (memiliki prestige yang berbeda).

Pengusaha lokal yang tidak mampu bersaing, akan mengalami gulung tikar. Selain itu angka pengangguran juga akan semakin bertambah. Hal ini disebabkan tidak lagi berproduksinya industri-industri lokal. Pada intinya, perdangan bebas antara Tiongkok dan ASEAN ini membawa pengaruh buruk bagi perekonomian negara-negara bersangkutan, mematikan aktivitas ekonomi masyarakat lokal yang tidak mampu “bertanding” dengan produk China yang lebih murah dalam segi harganya. Apakah hal ini dirasakan sama oleh beberapa negara berkembang seperti Indonesia di kawasan ASEAN??

Propinsi Riau sebagai bagian integral dari Republik Indonesia juga marasakan hal yang  sama seperti propinsi yang lainnya. Posisi Riau cukup strategis. Terletak diantara persimpangan pelabuhan internasional, Singapura dan juga Pulau Batam yang menjadi salah satu pulau dengan lalu lintas  terpadat di dunia. Potensi yang dimiliki propinsi ini yang terbesar adalah di bidang pertambangan serta perkebunan baik kelapa sawit dan karet. Dampak dari CAFTA yang cukup dirasakan bagi masyarakat adalah pengaruh ketergantungan terhadap produk-produk luar khusunya elektronik. Selama ini, banyak sekali produk elektronik di Riau yang di suplai dari China. Jika hal ini tidak disikapi lebih baik dan bijak akan berdampak buruk pada stabilitas ekonomi Riau.

Secara garis besar, dampak yang ditimbulkan bagi perekonomian Riau secara keseluruhan selain membanjirnya produk-produk China yang relatif lebih murah adalah pada tersedianya tenaga kerja di Riau. Perdagangan bebas tidak hanya berarti pada segi ekonomi saja, tetapi akan mempengaruhi pada tenaga kerja yang ada di riau. Ketika peranjian dari kedua belah pihak (Indonesia dan China) telah dilaksanakan seperti saat ini, bukan tidak mungkin jika perjanjian ini akan terbatas pada bidang perdangan barang saja, akan tetapi perdagangan “tenaga kerja” juga bisa terjadi.

Hal inilah yang harus segera disadari oleh para pemimpin negeri, tidak terkecuali pemerintah propinsi. Pemerintah harus jeli dan bisa mengantisipasi segala kemungkinan terjadi. Saat ini, sumber daya manusia di propinsi Riau memasuki masa/tahap  bonus demografi. Bonus demografi adalah keadaan Bonus demografi adalah keuntungan ekonomis yang disebabkan penurunan proporsi penduduk muda yang mengurangi besarnya biaya investasi untuk pemenuhan kebutuhan yaitu menurunkan fertilitas, sehingga sumber daya dapat dialihkan kegunaannya untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam menjelaskan hubungan dengan pertumbuhan ekonomi yaitu, penawaran tenaga kerja, penawaran perempuan, tabungan dan modal manusia. The window of opportunity adalah tersedianya kesempatan melakukan kerja yang lebih besar bagi penduduk yang produktif  dibandingkan penduduk non-produktif.

Melihat hal ini, pemerintah propinsi Riau harus mampu mengembangkan dan menumbuhkan kreativitas dari para penduduknya terutama penduduk usia kerja dan usia produktif.  Terutama 10-20 tahun mendatang yang diprediksikan akan terjadi bonus demografi. Memberikan jaminan kepada pengusaha lokal agar tetap mampu bersaing dengan produk China. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan pemenejemenan dan kekuatan dalam menghadapi pasar bebas. Pemerintah Riau harus memberikan perlindungan kepada para pengusaha baik skala mikro dan makro. Selain itu, pemerintah harus menetapkan standar biaya berinvestasi di Bumi lancang Kuning ini. Melalui penetapan pajak masuk dan juga besarnya kapasitas barang yang diperjualbelikan walaupun barang-barang dari China telah masuk melalui izin negara. Hal dasar yang dapat dilakukan adalah pihak pemerintah dan masyarakat bersama-sama sadar dan  menumbuhkan rasa cinta serta bangga pada produk sendiri.

Assalamualaikum…

At the beginning of June in 1990, a small town ..
have been born a beautiful girl, and was named Tri Retno Wahyuningsih .. and that’s me ^ ^
This time the girl had grown a good, sweet, smart and very loving parents and family. Retno TW or better known as the call Rhe, Eno is currently continuing his studies at one of the leading universities in Indonesia, Bogor Agricultural University. With the focus of study in Science Communication and Community Development, Faculty of Human Ecology and aspires to graduate with both for the people who had been instrumental in his life …
family ..
teachers ..
nation and the country …^^

Thanks You…=)